Operasi Caesar: Risiko & Manfaatnya untuk Ibu serta Bayi

Posted on
Loading...
Operasi caesar sekarang ini popular diambil oleh beberapa ibu
hamil untuk melahirkan. Prosesnya yang cepat serta tak menyebabkan rasa sakit
waktu persalinan bikin mereka memilih langkah tersebut daripada melahirkan secara
normal.
Beberapa ibu hamil yang memilih untuk melakukan operasi
caesar walau sebenarnya mempunyai memilihan untuk melahirkan secara normal.
Sesungguhnya kapan waktu yang pas untuk melahirkan secara caesar?
Melahirkan lewat operasi caesar bermakna keluarkan bayi
lewat sayatan dari perut sang ibu, tidak dari vagina. Sebelumnya pembedahan,
dokter bakal lakukan anestesi (pembiusan) epidural hingga bikin daerah perut
jadi mati rasa serta kebal ketika lakukan proses penyayatan dari perut sisi
bawah. Jadi, wanita itu bakal sadar sepanjang operasi namun bakal mati rasa
dari mulai panggul ke bawah.
Dengan gorden pembatas, Anda tak dapat lihat dokter ketika menyayat perut Anda. Dokter mungkin saja bakal memberi obat penenang untuk
menolong Anda lebih santai. Tidaklah sampai hitungan jam, Anda bakal mendengar
nada tangisan bayi yang keluar dari rahim Anda. Demikianlah sangkanya proses
melahirkan lewat operasi caesar.

Kapan Operasi Caesar Sesungguhnya Dibutuhkan?

Beberapa ibu hamil memilih jalan caesar lantaran takut
rasakan sakit waktu melahirkan secara normal, menginginkan melahirkan sang bayi
pada tanggal-tanggal spesifik (contoh : 11/12/13 atau 10/10/10), atau tidak mau
menanti lama seperti menanti proses pembukaan atau dilatasi yang dapat
mengonsumsi waktu.
Operasi caesar termasuk juga operasi besar serta setiap
operasi besar tentu mempunyai resiko. Alangkah sebaiknya untuk
sekurang-kurangnya coba melahirkan secara normal bila tak ada argumen medis
spesifik untuk melakukan operasi caesar. Tidak cuma lebih aman, melahirkan secara
normal juga beresiko tambah baik pada kesuburan wanita di waktu mendatang.
Tetapi, ada banyak keadaan yang mengharuskan anak untuk dilahirkan lewat
operasi caesar.
Tempuhlah jalur caesar bila keadaan Anda atau bayi tak
sangat mungkin dari sisi medis seperti :
  •  Ukuran bayi sangat besar, sewaktu panggul sang ibu kecil.
  • Bayi menanggung derita kelainan umpamanya spina bifida.
  • Posisi kepala janin tak ada dibawah atau sungsang.
  • Sang ibu mempunyai penyakit jantung atau keadaan medis lain
    yang berisiko lebih buruk akibat desakan waktu melahirkan.
  • Penurunan supply darah ke plasenta sebelumnya kelahiran. Hal
    semacam ini bisa mengakibatkan bayi lahir dengan badan kecil.
  • Plasenta menghambat leher rahim.
  • Luka terbuka yang dikarenakan infeksi herpes genital yang
    aktif.
  • Sang ibu terinfeksi virus HIV.
  • Ada kian lebih satu janin serta keadaan kehamilan yang
    kompleks umpamanya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam.

Resiko Operasi Caesar

Selama ini operasi caesar dikira relatif aman. Tetapi sama
dengan operasi besar yang lain, operasi caesar berisiko serta punya potensi
mengakibatkan komplikasi, baik pada ibu ingin juga bayinya.
Berikut disini
resiko melakukan operasi caesar :
  • Rasa sakit sesudah operasi. Ini adalah aspek negatif paling
    utama lantaran rasa sakit dapat berjalan sekurang-kurangnya untuk beberapa
    minggu sesudah operasi.
  • Infeksi, terlebih infeksi pada luka sisa operasi, infeksi
    saluran kemih serta infeksi pada dinding rahim.
  • Pembekuan darah di kaki atau paru-paru.
  • Kehilangan banyak darah.
  • Dampak sesudah anestetis yakni mual, muntah, serta sakit
    kepala.
  • Terbentuknya jaringan ikat atau adhesi.
  • Munculnya luka sisa sayatan. Hal semacam ini tak dapat Anda
    jauhi selesai melakukan operasi. Sayatan bakal menyebabkan luka pada perut yang
    panjangnya kurang lebih 10-15 cm. Umumnya sesudah satu tahun lebih, luka itu
    bakal tersamarkan. Luka sisa operasi caesar dapat tampak bila di perhatikan
    dengan saksama, namun biasanya nyaris mirip warna kulit di sekelilingnya.
  • Cedera pada saraf atau organ lain. Hal semacam ini bisa
    berlangsung sepanjang operasi.
  • Kematian. Tetapi hal semacam ini begitu tidak sering
    berlangsung. Persentasenya cuma kurang lebih 2 dari 100. 000 ibu yang wafat
    akibat operasi caesar.
  • Resiko periode panjangnya yaitu leher rahim terhambat dengan
    tumbuhnya plasenta didalam rahim umum dimaksud plasenta previa. Diluar itu
    dapat pula mengalami plasenta akreta, plasenta increta, serta plasenta
    percreta. Ketiganya bisa mengakibatkan pendarahan hebat sesudah melahirkan.
  • Sisa jahitan robek waktu kehamilan selanjutnya.

Bukan sekedar sang ibu, bayi juga peluang bakal mengalami beberapa
keadaan seperti cedera waktu persalinan serta masalah pernafasan bila bayi
dilahirkan sebelumnya usianya meraih 39 minggu.

Tetapi, bila tak ada komplikasi, umumnya seseorang ibu bakal
melakukan perawatan sepanjang tiga hari dirumah sakit. Sewaktu waktu pemulihan
keseluruhan umumnya mengonsumsi waktu empat sampai enam minggu.

Panduan Sesudah Melakukan Operasi Caesar

Pepatah ‘bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian’ pas
diperuntukkan oleh ibu hamil yang memilih melahirkan dengan jalur normal.
Seseorang wanita yang melahirkan secara normal bakal rasakan sakit ketika proses
persalinan saja. Tetapi sesudah beberapa jam dari proses persalinan, dia telah
dapat berhubungan dengan keluarga serta telah dapat kembali lakukan kebiasaan
kurun waktu sekian hari.
Tetapi, hal semacam itu tak dapat dirasa oleh mereka yang memilih
operasi caesar. Waktu persalinan mereka akan tidak rasakan sakit. Namun rasa
sakit itu bakal dirasa sesudahnya. Mereka juga tak dapat melakukan aktivitas
seperti umum sepanjang masa pemulihan kurang lebih empat sampai enam minggu.
Di bawah ini yaitu beberapa hal utama yang perlu Anda kenali
selesai melakukan operasi caesar.
  •  Jauhi kesibukan berat seperti naik sepeda, lari, angkat
    beban, aerobik, sit-up serta berolahraga yang lain sepanjang enam minggu sampai
    memperoleh kesepakatan dari dokter.
  • Selesai operasi caesar, Anda bakal rasakan sakit waktu
    jalan. Walau demikian, upayakan untuk jalan sedikit untuk sedikit. Dengan
    jalan, Anda bisa memperlancar aliran darah serta menolong menghindar sembelit
    serta pembekuan darah.
  • Tidur yang cukup. Waktu badan telah terasa capek,
    beristirahatlah.
  • Janganlah mengangkat beberapa barang yang lebih berat dari
    bayi Anda hingga dokter mengizinkannya.
  • Anda bakal mengalami pendarahan pada vagina. Siapkan
    pembalut.
  • Tanyakan pada dokter, kapan Anda dapat mulai menyetir mobil
    serta terkait sex.
  • Sesudah operasi, buang air besar jadi tak teratur. Jauhi
    mengejan waktu sembelit.
  • Waktu batuk atau mengambil napas dalam-dalam, simpan bantal
    pada luka sayatan di perut Anda. Hal semacam itu dapat kurangi rasa nyeri pada
    sayatan.
  • Luka sayatan pada perut harus juga Anda cermati. Bersihkan
    luka setiap hari dengan air hangat serta sabun, tetapi jauhi product pembersih,
    seperti hidrogen peroksida lantaran dapat memperlambat pengobatan luka.
    Sesudahnya keringkan dengan handuk bersih. Balut luka dengan kain kasa bila
    luka basah atau bergesekan dengan baju. Ubah kain kasa setiap hari. Upayakan
    daerah kurang lebih luka senantiasa dalam kondisi kering.

Rasa takut tentu dirasa beberapa ibu yang akan melahirkan
serta semuanya dikembalikan lagi pada semasing individu. Mereka memiliki hak memilih
cara persalinan apapun yang membuatnya nyaman.

Kesenangan seseorang wanita yang tidak bisa dirasa pria
yaitu waktu dia di beri peluang mengandung janin serta melahirkannya.
Perjuangan melawan sakit baik waktu melahirkan secara normal atau sesudah
operasi caesar, seolah terbayarkan dengan hadirnya sang buah hati terkasih.

Loading...